9 Apr 2013

Tradisi Turun Tanah Bayi Berumur 7 Bulan di Desa Bojongnangka - Pemalang

Masyarakat Pemalang, terutama di Desa Bojongnangka Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, memiliki ritual khusus yang dilakukan untuk menyambut usia bayi 7 bulan yaitu dengan tradisi turun tanah.
Sesuai namanya "Turun Tanah" berarti pertama kalinya bayi menginjakkan kaki ke tanah.

Acara ritual turun tanah yaitu dengan membuat bubur merah putih, bubur merah yang dicampur dengan gula jawa dan bubur putih yang dicampur dengan santan, yang artinya kelak sang bayi akan kuat kakinya saat menginjakkan kaki ke tanah.
Tradisi turun tanah di Desa Bojongnangka hingga kini masih dilestarikan, tradisi ini tetap di lestarikan karena sebagai bentuk harapan agar sang bayi kelak menjadi anak yang berguna untuk orang tua, agama, dan bangsa.
Acara turun tanah :
- Do'a selamatan : Mendo'akan anak agar selamat dunia akhirat
- Bayi mengambil barang (Pulpen, buku, Qur'an, sisir, kaca, dll) : Kelak menjadi anak yang  sholeh/sholekhah, pintar, cantik/ganteng, dll)
- Menginjakkan kaki ke bubur merah-putih : Agar kaki sang bayi kuat dan kokoh saat berjalan
- Membagi  bubur yang sudah disediakan untuk tetangga ataupun sanak saudara

Tradisi ini merupakan turun temurun yang harus dilaksanakan, agar sang bayi menjadi orang yang kuat, pintar, berguna dan bijak dalam mengambil keputusan. " Ujar Bapak Kepala Desa Bojongnangka/Simbah kakung"

Ini video turun tanah Lita Jesinda Riwananto dengan Mbah Kakung



Semoga Bermanfaat...


3 komentar:

Silahkan Komenter yang positif ya...!!!